Pengamat: Bank Jambi Harus Jadi Katalis Ekonomi Daerah, Perkuat Kredit Produktif dan Transformasi Digital
Jambi, 03.08.2026 – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Jambi dinilai memiliki posisi strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Tidak hanya dituntut mencetak kinerja bisnis yang sehat, Bank Jambi juga diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai katalis pembangunan melalui penguatan intermediasi dan pembiayaan sektor-sektor produktif.
Pengamat perbankan Laila Farhat mengatakan, di tengah dinamika perekonomian nasional dan persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat, Bank Jambi perlu memperkuat perannya sebagai bank daerah dengan memperluas penyaluran kredit secara berkualitas, terukur, dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan sebuah BPD tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan aset, laba, maupun Dana Pihak Ketiga (DPK). Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana fungsi intermediasi perbankan mampu memberikan dampak nyata terhadap sektor riil dan perekonomian masyarakat.
“Sebagai BPD, Bank Jambi memiliki mandat yang berbeda dengan bank komersial pada umumnya. Selain menjaga kinerja keuangan yang sehat, Bank Jambi juga harus menjadi katalis pembangunan daerah melalui pembiayaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Laila.
Ia menilai, sektor UMKM, agribisnis, perkebunan, perdagangan, industri pengolahan, serta berbagai proyek produktif yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan daerah perlu mendapat perhatian dalam strategi ekspansi kredit Bank Jambi.
Penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor tersebut, kata dia, berpotensi menciptakan multiplier effect yang lebih besar. Tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Selain memperkuat kredit produktif, Laila menilai transformasi digital yang dilakukan Bank Jambi merupakan modal penting untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen perbankan.
Digitalisasi, menurutnya, dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas akses layanan keuangan, memperkuat basis nasabah, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Namun, transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan manajemen risiko, keamanan sistem, serta tata kelola perusahaan yang baik.
“Digitalisasi tidak boleh hanya mengejar kecepatan dan kemudahan layanan. Aspek keamanan, manajemen risiko, kepatuhan, dan tata kelola harus berjalan beriringan agar pertumbuhan bisnis tetap sehat,” jelasnya.
Di sisi pendanaan, penguatan Current Account Saving Account (CASA) juga dinilai menjadi salah satu strategi penting bagi Bank Jambi. Struktur dana murah yang semakin kuat akan memberikan ruang lebih besar bagi bank untuk menyalurkan kredit dengan tingkat bunga yang kompetitif.
Dengan demikian, Bank Jambi dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, likuiditas, serta kecukupan permodalan.
Menurut Laila, keseimbangan tersebut menjadi fondasi penting agar ekspansi bisnis tidak hanya menghasilkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga menciptakan kinerja perbankan yang berkelanjutan.
Lebih jauh, Laila melihat Bank Jambi memiliki peluang untuk meningkatkan posisi dan daya saingnya hingga menjadi regional champion di industri perbankan daerah.
Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui kombinasi fundamental keuangan yang kuat, strategi bisnis yang adaptif, inovasi digital, penguatan sumber daya manusia, serta sinergi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.
“Ke depan, Bank Jambi memiliki peluang besar menjadi regional champion di industri perbankan daerah,” tegas Laila.
Ia menambahkan, sinergi antara Bank Jambi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi regional.
“Dengan fundamental yang kuat, strategi bisnis yang adaptif, serta sinergi yang erat dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha, Bank Jambi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jambi sekaligus memperkuat inklusi keuangan di seluruh wilayah provinsi,” tambahnya.
Laila optimistis, apabila penguatan fungsi intermediasi, transformasi digital, pengelolaan dana murah, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko dilakukan secara konsisten, Bank Jambi tidak hanya mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang sehat.
Lebih dari itu, Bank Jambi dapat semakin mempertegas posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat, dalam mewujudkan pembangunan Jambi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
–AS–
